Our Wedding Venue

Hmmm… oke, untuk masalah yang satu ini sebenernya kami berdua ga terlalu banyak mikir ataupun milih, karena sudah jelas bin pasti si Papa bakalan make Grha Sabha Pramana untuk acara resepsi, berapa pun harganya hehehe —secara orang UGM gitu, kata si Papa siy ada diskon buat orang UGM 😀 Trus untuk akad nikahnya kami akan menggunakan Masjid Kampus UGM.

So, tidak seperti calon pengantin lain yang survey harga gedung sana sini, kami berdua trima jadi aja. Si Papa yang ngurus semua urusan pergedungan (baik untuk resepsi maupun akad nikah), secara memang kami berdua jarang-jarang pulangnya ke Jogja, jadi ga bisa intens ngurus. Sebenernya banyak gedung di Jogja yang bisa dipakai untuk acara resepsi pernikahan dengan harga dan tawaran yang bervariasi, jadi bisa disesuaikan dengan budget calon pengantin. Tapi ya sekali lagi, si Papa uda mantep banget mau pake Grha Sabha Pramana plus Masjid Kampus UGM, yasud bungkuuuus! Untuk lebih tahu mengenai gedung di Jogja, bisa dilihat disini (blog milik seorang teman yang kebetulan kakak kelas waktu SMU).

Nah, biaya sewa venue resepsi yang kami bayar itu sudah termasuk biaya gedung, biaya keamanan dan parkir,  sound system, ruang rias, tambahan listrik, dan peralatan lain (such as kursi lipat, meja prasmanan dan souvenir, meja gubug, panggung pelaminan dll). Plus dokumentasi liputan juga dari vendor rekanannya Grha Sabha Pramana –akan diceritakan lebih lanjut karena kami belum sempat mendatangi vendor tersebut hehehe. Trus kalo untuk akad nikah, biaya yang kami keluarkan sudah termasuk meja untuk akad nikah plus dekorasinya serta sound system.

Nah, kalo mau book venue untuk pernikahan, berikut tips yang bisa kami share:

1. Pastikan semua urusan per-booking-an gedung fixed jauh-jauh hari. Jangan sampai kita tidak mendapatkan gedung yang kita pengen (terutama yang kita pengen banget karena alasan budget hehe) karena sudah keduluan orang lain.

2.  Cermati lagi dari biaya yang kita keluarkan itu fasilitas apa saja yang kita dapatkan. Kita musti tahu dengan jelas, jangan sampai ada yang kurang di hari H, atau malah kita membayar apa yang tidak kita butuhkan.

3.  Tanyakan ke pengelola gedung apakah kita dikenakan biaya tambahan jika menggunakan vendor (catering, dekorasi, fotografi, dll) yang bukan rekanan mereka. Ini penting karena biasanya pihak vendor akan membebankan biaya tambahan ini ke kita.

Oke, masalah venue sudah beres, tinggal cek aja pas mendekati hari H plus tar ketemuan sama pihak pengelola gedung dan vendor (dekorasi, catering, fotografi, dan videografi). Ganbatte!! 😉

Grha Sabha Pramana --tampak depan

Grha Sabha Pramana --tampak samping

Masjid Kampus UGM --tampak depan

Advertisements

The Other Seserahan Thing

Huaaa… lama banget niy ga update tentang seserahan… padahal progress-nya uda lumayan banget lho hehehe… Ga percaya? Nih report-nya 😉

Update terakhir, Ai sama Sei blanja blanji pas akhir Desember 2010 yaaa… Nah, pas Tahun Barunya, tanggal 1, skalian ngerayain monthversary kami hehehe, kami mulai blanja blanji lagi deh buat nyicil ngelengkapin seserahan. Awalnya siy cuma mo hunting sepatu sama sandal pesta, eh malah dapet eyeshadow sama lipstick juga 😛

Here’s the recap:

  1. Charles & Keith: Ada item yang diskon 10% – 20% siy tapi pas dicoba-coba ga da yang oke, jadinya kami beli item yang non diskon, meskipun demikian ga nyesel sama sekali, habis bagus, nyaman & pas di kaki Ai ^.^
  • Sepatu hitam dengan aksen pita & manik: Rp 419.000
  • Sandal hitam dengan aksen polka gold: Rp 309.000

PS: sekitar 2,5 bulan setelah kami beli sepatu hitam nan cantik itu eee sama Charles & Keith didiskon 20%, huhuhuhu agak-agak nyesel juga hwehehehe…

  1. TheFaceShop: beberapa item *yang kayaknya ga bestseller* diskon 10% – 20%
  • Face & It Designing Eyeshadow: diskon 15%
  • Face & It All About Lipstick Moisture: diskon 10%

Trus, Ai juga uda sempetin beli *of course pake duit Sei yang ada di Ai hehehe* beberapa item kosmetik, antara lain:

  1. Perawatan wajah: tentunya pake produknya Artistry, yang terdiri dari foaming cleanser, toner, dan moisturizer
  2. Bedak tabur: produk Artistry juga, tapi musti nambah beli wadahnya, hedehhh… gapapa deh…
  3. Eyeliner pencil: produk Yvonne, beli di Jogja, murah meriah 😀

Jadi, untuk kelompok kosmetik berarti cuma kurang blush on sama pensil alis ya… Oya, karena belanja lumayan banyak item Artistry, rupanya sedang ada promo, yaitu bisa beli gelang Swarovsky dengan harga murah, tapi Ai agak lupa berapa harganya, kalo ga salah siy cuma sekitar Rp 50.000,00 – 70.000,00. Masukin jadi item seserahan juga ahhh 😀

Nah, selanjutnya item yang uda berhasil dibeli adalah peralatan sholat. Kami berdua hunting di Tanah Abang hehehe skalian beli kekurangan kain untuk panitia. Btw, itu pertama kalinya Sei ke Tanah Abang lhooo, selamat ya sayang hahaha \(^.^)/

Berikut beberapa item yang kami dapat:

  1. Peralatan Sholat Ai:
  • Mukena: warna dasar putih, bordir biru-hijau, kainnya enak, adem, dan lembut. Harga cuma Rp 125.000,00 😀
  • Sajadah: buatan Turki yang lebar, lembut dan empuk, warna biru-ungu, kembaran sama Sei 😉 Harga kalo ga salah skitar Rp 55.000,00

2. Peralatan Sholat Sei:

  • Baju Koko: warna putih, bordir cokelat. Harga lupa 😛
  • Sarung: warna biru. Harganya kalo ga salah sekitar Rp 75.000,00 deh…
  • Sajadah: buatan Turki yang lebar, lembut dan empuk, warna biru-ungu, kembaran sama Ai;)

Kalo di list yang Ai buat, Ai masukin peci untuk Sei. Waktu Ai tawarin untuk beli, ternyata Sei bilang kalo ga gitu suka pake peci. Ya sudah, peci dicoret saja dari list.

Oya, ada yang kelupaan. Ai juga uda ngebeliin kemeja buat Sei. Waktu itu The Executive lagi promo kalau beli 2 biji dapet diskon, tapi lupa berapa diskonnya :P. Trus, terakhir kami juga sempat belanja celana bahan buat Sei tanggal 16 Maret kemarin. Sekali lagi, The Executive lagi diskon 20%. Plus Sei juga uda ngebeliin handuk buat Ai. Motifnya sama kayak handuk yang Ai kasi ke Sei pas ulang tahun Sei. Ga lupa dibordir nama “Ai” juga dong 😉

Jadiiii…. progress seserahan dan angsul-angsul kami adalah sebagai berikut:

Seserahan untuk Ai:

  1. Seperangkat alat sholat: mukena, sajadah, tasbih & Al Qur’an → sudah 50%
  2. Pakaian pesta: kain atasan/brokat/batik, kain bawahan/jarik, jilbab → belum sama sekali, tar hunting sama Mama aja hehehe
  3. Clutch (rencananya beli online), sandal high heels (Charles & Keith), sepatu ( Charles & Keith) → sudah 67%
  4. Pakaian dalam: La Senza (bra , 3 panty & lingerie). → DONE, tinggal melengkapi & dibungkus… eh bra-nya kurang 2 siy hehehe tapi anggep done aja deh
  5. Perawatan tubuh: White Musk Series from Body Shop (shower gel, body mist, EDT, body creme, shower puff) → DONE, sudah dibungkus
  6. Perawatan wajah & kosmetik (make up): Artistry (foaming cleanser, toner, moisturizer), bedak tabur, eye shadow, lipstik, eye liner, blush on & pensil alis → sudah 80%
  7. Dompet Fossil , perhiasan (gelang Swarovsky), jam tangan (Monol aja kali ye yang murah meriah hehe)
  8. Buah- buahan → tar aja mendekati hari H
  9. Makanan → tar aja mendekati hari H

Angsul-angsul untuk Sei:

  1. Kemeja kerja + batik + celana panjang bahan + dompet → uda 75%
  2. Baju koko + sajadah + sarung + Al Qur’an → kurang Al Qur’an aja, brarti kurang 75%
  3. Perlengkapan mandi → DONE, uda dibungkus
  4. Makanan → tar aja mendekati hari H
  5. Buah-buahan → tar aja mendekati hari H

Hurray… progress-nya uda makin banyak… Mari kita lengkapin yang kurang-kurang sayang 😉

PS: oya, ngomong-ngomong tentang seserahan, si Papa dapet ide kalo seserahannya jumlahnya 17, sesuai tanggal pernikahan kami. Wedew… banyak amiiir… we’ll see deh Pap!

 

Got Our Wedding Souvenir \(^.^)/

Setelah searching sana sini via Mbah Google, awalnya Ai memutuskan untuk memesan souvenir keramik (baca postingan sebelumnya di sini) di sebuah vendor yang Ai dapat berkat bantuan Mbah Google (homebase-nya di Malang, katanya disana emang pusatnya kerajinan keramik). Harga di vendor tersebut, saat itu (untuk produk yang sama), merupakan harga yang paling oke dibandingkan vendor lainnya. Bahkan Ai juga sempat membeli sampelnya yang dikirim via paket. Namun,  Ai berinisiatif untuk menyambangi Pasar Pagi Mangga Dua, minimal buat survey aja lah. Mulai deh searching rekomendasi orang-orang via Mbah Google (again). Di detik-detik terakhir, bagaikan sebuah mukjizat *hayah*, Ai menemukan sebuah blog yang merekomendasikan Alfriandra/Yana Souvenir. Tempatnya di Cipinang, lumayan jauh siy. Tapi disana katanya pusat eceran dan grosiran yang murah banget. Bahkan katanya lagi, banyak pegadang di Pasar Jatinegara, Asemka ataupun Mangga Dua yang ngambil dari Alfiandra Souvenir ini. Oke, demi mendapatkan harga yang kompetitif, secara undangan kami membludak dari perkiraan sebelumnya menjadi 1000 pcs, maka dengan merayu-rayu Sei akhirnya pas liburan Maulid Nabi kemaren kami berdua menyambangi Alfiandra Souvenir. Berbekal GPS, meluncurlah kami kesana 😀 Begitu sampai disana, setelah susah payah mencari, kami cuma bisa melongo. Banyak banget pilihan souvenirnya. Dari yang paling murah sampai yang paling mahal. Dari yang lagi ngetren sampe yang unik. Puas banget deh… Etapi kalo belum menentukan mau beli souvenir apa, dijamin bingung deh hehehe… Untungnya kami uda menentukan souvenir apa yang kami inginkan. Langsung deh tanya-tanya sama pegawainya Alfiandra Souvenir. Ternyata souvenir yang kami pengen lagi ada stoknya *yes* Warnanya juga pas banget sama warna tema pernikahan kami, yaaay! Plus yang paling oke lagi, harganya itu lebih murah sekitar Rp 1.800,00 dari vendor incaran kami sebelumnya \(^.^)/ Tapi ga seketika juga kami memutuskan untuk memesan. Hal yang menjadi pikiran kami berikutnya adalah bagaimana membawa souvenir yang mudah pecah itu ke Jogja. Kalo jumlahnya sedikit siy ga masalah, bisa kami bawa sendiri dengan kereta api. Tapi ini jumlahnya lebih dari 1000 pcs. Nah, kalo pake jasa paket pasti biaya yang dikeluarkan juga akan besar. Untungnya, setelah tanya-tanya, rupanya Alfiandra Souvenir punya cabang di Jogja *yess*. Langsung deh telpon ke Mas Aris, pengelola Alfiandra Souvenir cabang Jogja. Rupanya dia menyanggupi kalo kami beli souvenir plus segala kelengkapannya (mika dan pita) di Jakarta *karena kalau beli mika di Jogja mahal*, tar dia yang mem-package, dan kami cuma nambah biaya Rp 300,00/souvenir saja untuk jasa packaging plus ongkos kirim. So, kalo dipikir-pikir masi lebih murah daripada kalo kami pake jasa paket. Tanpa ragu-ragu, deal-lah kami dengan sang pemilik, Kang Asep. Bahkan beliau sempet memastikan ke anak buahnya di Jogja bahwa mereka benar-benar sanggup menangani pesanan kami yang notabene cukup banyak hehehe… Dengan alasan kepraktisan, yaitu males bolak-balik Pejompongan – Cipinang, maka kami memutuskan untuk memberi DP saat itu juga. Eh, Kang Asep dengan baik hatinya memberi kami bonus berupa 4 buah buku tamu, yaaay!!! Sip, satu urusan sudah kelaaar… Tinggal memastikan packaging-nya oke aja nanti 😉