Our Honeymoon Plan \(^.^)/

Ehemmm… agak-agak gimana gitu ngomongin topik ini, jadi senyum-senyum sendiri hihihi… –apa cobaaaak?!?

Well, sebenernya kami berdua itu sejak lama pengen banget maen ke Thailand, especially Phuket, Phi Phi Island sama nonton Songkran Festival di Bangkok. Tapi setelah dipikir-pikir kayaknya mendingan menikmati pemandangan di Indonesia aja lah, toh ga kalah indahnya. Dan setelah cari-cari tempat mana yang kira-kira oke buat honeymoon, akhirnya kami memilih UBUD! Yes, Ubud! Bukan karena pengen kayak Julia Roberts ya hehehe… cuma karena Ubud itu terkenal tenang dan damai maka kami pikir tempat itu cocok buat honeymoon –sepi sih hwehehehe… Udah gitu Sei pengen banget berlibur di desa yang pemandangannya sawah gitu, pas banget kan?? πŸ˜‰

Langkah selanjutnya yang kami lakukan setelah menentukan tempat bukannya cari transportasi tapi cari akomodasinya dulu πŸ˜€ Dan setelah cari-cari akomodasi, mulai dari hotel sampai bungalow, mulai dari yang paling mahal sama paling murah, beruntung Ai menemukan sebuah bungalow yang oke banget. View kamarnya adalah sawah khas Ubud tapi dengan harga yang relatively ga gitu mahal buat kami. Apakah itu?? Jreng jreng jreeeng…

Tegalsari Accommodation

Hanoman Street Padang Tegal, Ubud 80571
Bali – Indonesia P.O. Box 183
Telp: 62-361-973318, Fax: 62-361-970701
e-mail: info@tegalsari-ubud.com
http://www.tegalsari-ubud.com

Yang bikin kami berdua naksir sama bungalow ini adalaaaah…

room-nya wooden, so classic... uda gitu pemandangan balcon-nya langsung sawah wuahhh ngiler...

see?? it's sooo beautiful

Nah, setelah menunjukkan gambar-gambar indah itu plus sedikit rayuan maut *hayah* Sei setuju untuk milih Tegalsari. Setelah browsing-browsing, rupanya bungalow ini emang uda terkenal oke, fasilitas bintang 5 tapi harga ga mencekik, walhasil sering penuh, apalagi pas high season. Bahkan ada yang bilang musti pesen jauh-jauh hari, minimal 3 bulan sebelumnya, terutama kalo mau ambil yang wooden room itu. Waks!!

Tapi dasar emang uda pengen banget, akhirnya Sei bela-belain buat nelpon langsung untuk booking. Dan benar saja sodara-sodara, di bulan Juli pas tanggal yang kami pengen itu wooden room-nya full -____- Akhirnya demi mendapatkan kamar itu meskipun cuma semalem, kami agak sedikit mengubah jadwal honeymoon kami πŸ˜€ Jadi, kami akhirnya memesan super deluxeΒ wooden room semalam dan superior room untuk 2 malam. Harga antara dua kamar itu selisih 200.000 IDR, lumayan juga sih, plus karena kami ksana pas high season maka ada tambahan charge —ngeeek… Gak papa lah, sekali-kali hehehe…

Oke, masalah akomodasi beres sudah, smoga lancar sampai hari H, amiin.. Yang bingung selanjutnya adalah masalah transportasi, tiket pesawat Jogja-Bali relatively mahal bo’ -___- apa naik bus aja yak hwehehehe…

 

Advertisements

Dekorasi Resepsi

Alohaaa… Jumpa lagiii —norak mode: on hwehehehe

Oke, kali ini mau cerita tentang dekorasi resepsi pernikahan kami. Hmm… jaman sekarang dekorasi uda jadi salah satu part yang ga bisa terpisahkan ya dari suatu syukuran pernikahan. Walhasil jadilah dekorasi ini menjadi item yang cukup lumayan menyedot budget hehehe…

Honestly, untuk urusan yang berhubungan dengan vendor yang tidak bisa digarap oleh vendor di luar kota (dalam hal ini di luar Jogja, tempat kami melaksanakan pernikahan) Mama dan Papa lah yang mengurus. Sama halnya dengan pemilihan vendor gedung dan catering, pemilihan vendor dekorasi ini juga sepenuhnya hak prerogatif mereka hehehe. Pihak pengelola gedung GSP memang memberikan beberapa rekomendasi vendor dekorasi karena katanya tidak semua vendor dekorasi di Jogja bisa mendekorasi panggung GSP yang segede gaban itu. Nah, vendor yang akhirnya dipilih ini termasuk salah satunya dan kebetulan ownernya itu temen sekolahnya Mama plus anaknya juga temen SMP Ai, hurray… bisa dapet diskon lagi d πŸ˜‰

Nama vendor kami adalah:

Visi Dekorasi

Jln. Palagan Tentara Pelajar Km 8, Mudal Sariharjo,Β Ngaglik, Sleman, Jogjakarta

Telp. 0274-883923 atau 081227799926

Kebetulan kami sudah bertemu dengan manajernya yang notabene adalah temen SMP Ai itu, namanya Ery dan Delly, mereka itu pasangan suami istri lhooo… enaknya ya bisa bisnis bareng πŸ˜› Back to the topic, jadi sebelum kami berdua ketemu mereka, tampaknya Papa sudah menyampaikan konsep dekorasi pernikahan kami ke mereka berdua. Kami mah ngikut-ngikut aja ya, daripada ribet dan pusing mikirin hehehe. Jadi, pas ketemu kami berdua plus Mama Papa, kami juga tinggal ngasi DP aja. Intinya mah tema pernikahan kami jelas tradisional Jawa dengan dominan warna biru. Papa minta ada hiasan sepeda onthel-nya. Selebihnya kami mah percaya sama Visi Dekorasi, mudah-mudahan hasilnya nanti bener-bener oke dan worth it yaaa, amiin πŸ˜‰

Untuk gambarannya, kurang lebih dekorasinya akan seperti ini:

gambar didapat dari koleksi Visi Dekorasi

Duhhh… jadi penasaran besok jadinya bakal gimana yak πŸ˜‰

Our Catering Vendor

Hooo… saking sibuknya *hayah* jadi lupa ngebahas hal satu ini deh, padahal catering adalah hal paling penting lho menurut Ai kalo qt mo ngadain suatu acara, acara apapun itu. Etapi sebenernya crita soal catering ini agak kelupaan karena kebanyakan Mama yang ngurusin siy hehehe. Secara acara bakal diadakan di Jogja, jadi ya Mama lebih leluasa untuk bergerak daripada Ai πŸ˜› Dan sama seperti pemilihan gedung resepsi ataupun akad nikah, pemilihan catering ini *khususnya untuk resepsi* juga tidak mengalami kebingungan yang cukup berarti karena Mama sama Papa punya kenalan yang bergerak di bisnis catering dan kebetulan cateringnya itu termasuk catering yang oke di Jogja, moga-moga aja dapet diskon oke πŸ˜‰ *amiin*

So, inilah vendor catering untuk pernikahan kami:

  • Catering untuk resepsi: Al Buruuj Catering, Jl. Nitikan Baru No. 77 Yogyakarta, Telp 0274-371151
  • Catering untuk midodareni dan akad nikah: Amalia Catering, alamatnya ga tau, belum tanya Mama πŸ˜›

Nah, masalah baru muncul saat kami mulai memilih menu untuk resepsi. Banyak banget pilihannya, uda gitu Papa maunya juga jangan sampai tamu kami kehabisan makanan. Mba Rita, orang Al Buruuj, pinter pula ngebujuk-bujuk Papa sama Mama untuk nambahin menu ini itu *ya iyalah, marketing bo hehehe* Tapi so far, Mba Rita cukup banyak ngasi masukan siy, kayak menu apa aja yang lebih disukai orang, yang semua orang bisa makan, trus kombinasi antara buffet sama gubuk jangan sampai ada yang dobel, gitu-gitu d…

Pertemuan terakhir dengan Mba Rita siy menu yang kami pilih adalah:

  • Buffet:
  1. Nasi putih
  2. Sup merah dan timlo
  3. Gurameh (lupa dimasak apa hehehe)
  4. Sate ayam
  5. Ca jamur brokoli
  6. Kerupuk udang dan rambak
  7. —Lupa ni menu yang satu ini πŸ˜›
  • Gubuk:
  1. Nasi gudeg
  2. Mie jawa dan mie oriental
  3. Bakso daging (tanpa mie)
  4. Tongseng kambing
  5. Zuppa soup
  6. Burger steak
  7. Crepes
  • Minuman dan dessert:
  1. Teh
  2. Air mineral
  3. Softdrink/juice
  4. Es krim
  5. Buah iris dan pudding

 

Oya, itu sudah termasuk alat saji dan peralatan meja standar plus tata meja dan dekorasi meja ya… Kami pilih warna biru untuk dekorasi catering-nya, sesuai sama tema pernikahan kami… Ehh sama satu lagi, ice craving inisial nama kami berdua juga donk hehehe…

List menu di atas masi bisa berubah ya… bisa berubah tergantung budget hehe, bisa juga karena pas testfood kurang sreg, meskipun kita sudah sempet testfood siy di nikahan temen Ai, tapi kebanyakan menu yang kami pilih itu belum pernah kami coba 😦 Mudah-mudahan aja siy enak semua ya… amiin…

Soal harga, hmmm… relatif ya kalo kata Ai. Kalo dibandingkan dengan harga catering di Jakarta mah jelas ya jawabannya hehehe… Tapi emang untuk di Jogja vendor catering kami ini harganya cukup mahal *bagi kantong kami hehehe* Namun kami sadar betul dalam suatu acara pernikahan yang paling diinget sama para tamu itu adalah makanan, makanya dibela-belain deh ngerogoh kocek kami dan Mama-Papa lebih dalam hehehe. Mudah-mudahan aja worth it yaaa dan nantinya para tamu puas… amiin…

Our Wedding Invitation

Hooo… dari sekian banyak postingan, ternyata kami sama sekali belum cerita mengenai undangan pernikahan kami yak hehehe… Agak kelupaan ni, maaf… Padahal kami uda bolak-balik ke vendor kami itu lebih dari 3 kali πŸ˜›

Oke… kami cerita dari awal ya… Tentang undangan ini awalnya kami berdua ga punya gambaran pasti mengenai bentuk ataupun modelnya hehehe… Yang kepikiran baru warna aja, yaitu biru karena disesuaikan dengan warna tema resepsi kami. Tapi kami, khususnya Ai πŸ˜‰ selalu rajin hunting model undangan sekaligus vendornya.

Here’s the recap:

Model dan bentuk undangan

Memilih model dan bentuk undangan merupakan hal yang lumayan susah menurut Ai. Mengapa? Simply karena model dan bentuk undangan zaman sekarang itu banyak dan macem-macem hwehehehe… Jadi, kemungkinan besar kita bakalan bingung πŸ˜€

Singkat kata singkat cerita *hayah*, awalnya kami ingin membuat undangan dengan model kalender duduk. Bahkan kami sudah memilihg vendor di Jogja yang menurut kami hasil karyanya cukup oke dan harga lebih murah daripada saat kami survey vendor undangan di pameran pernikahan di Jakarta *plus karena vendor tersebut menawarkan foto prewedding gratis hehehe* Namun, dasarnya Ai suka penasaran pengen cari harga yang paling kompetitif maka Ai berniat mencari vendor lain yang bisa membuat undangan unik sekaligus bermanfaat sesuai dengan yang kami inginkan. Nah, dalam proses mencari vendor ini Ai menemukan model lain yang unik sekaligus bermanfaat juga. Tergoyahkanlah iman Ai *lebay* Dan akhirnya kami berdua memutuskan untuk membuat undangan pernikahan dengan model frame. Hahay… lebih unik dan berguna kaaan?!? Iya donk hehehe… Kira-kira inspirasinya dari undangan berikut ini:

Tapiii… setelah searching-searching plus survey-survey, rupanya kalo undangan model frame seperti yang ada di gambar (dengan bahan yang keras, karton yang tebel banget ato ditumpuk gitu lho plus hiasannya) harganya halmahera bo’ hehehe… Budget kami ga nyampe 😦 Ehh, dasar jodoh kali ya, finally kami menemukan vendor yang bisa membuat undangan yang konsepnya tetapΒ frame namun dengan harga yang cukup bersahabat menurut kami plus sedikit modifikasi. Yahh… meskipun kami harus mengubur impian untuk punya undangan pernikahan dengan model sebagus gambar di atas. Tapi tetap, kami cukup senang dengan pilihan kami itu, still meet our want lah πŸ˜‰

Awalnya Papa dan Mama menyarankan untuk membuat dua jenis undangan, satu model yang hardcover dan satunya model softcover. Tujuannya sih untuk menghemat budget, tapi ternyata setelah ditimbang-timbang berdasarkan jumlah pemesanan selisihnya ga jauh-jauh amat, cuma 500 IDR per undangan. Jadi kami hanya akan memesan satu jenis model undangan saja supaya ga ribet, yang beda mungkin kontennya, dalam hal jam kehadiran ada pembedaan (dua jenis jam kehadiran). Trus trus, orang tua kami juga sudah mewanti-wanti untuk tidak perlu memajang foto kami berdua di undangan. Untuk hal yang satu ini sih kami berdua cenderung setuju. Jadi, intinya kami akan membuat undangan dengan model double frame sederhana, warna biru tua – putih (sesuai dengan tema pernikahan kita) dengan finishing emboss, dan bahan kertas Jasmine. Oya, untuk model undangan kami yang uda fixed plus spesifikasi detilnya, Insya Allah akan kami posting begitu dummy selesai πŸ˜‰

Berikut tips dari kami dalam menentukan model dan bentuk undangan:

1. Konsultasikan desain, model, dan bentuk undangan dengan pasangan dan orang tua.

Why? Karena tamu undangan bukan berasal dari kita saja tapi juga pasangan serta kedua belah pihak orang tua. Jangan sampai ada perbedaan pendapat, misalnya orang tua ingin undangan yang elegan sedangkan calon pengantin ingin undangan yang sederhana saja. Jadi, kalo bisa sih sesuai ekspektasi semua, kecuali kalo orang tua sudah menyerahkan semua yang terkait undangan ke calon pengantin ya…

2. Pilih desain, model, bentuk, dan warna undangan yang sesuai dengan tema pernikahan.

Kalo ini sih sebenernya sesuai selera aja ya. Tapi sebagai penganut ke-matching-an, menurut Ai menyesuaikan undangan dengan tema pernikahan adalah hal yang wajib hehehe. Jadi, pernikahan kita akan terlihat terkonsep dengan baik *hayah* Ga harus semua matching siy… Cukup satu atau beberapa elemen saja, misalnya membuat undangan dengan warna sama atau sesuai dengan warna kebaya pengantin atau warna tema pernikahan, membuat undangan dengan desain etnik Jawa karena pernikahan diselenggarakan dengan adat Jawa, dan lain-lain.

3. Jika memungkinkan, pilih undangan yang bermanfaat sekaligus unik.

Menurut pandangan Ai, kalau zaman dulu undangan pernikahan itu setelah dibaca tamu undangan bakalan dibuang gitu aja. Tapi itu duluuu… Kalo bisa mah sekarang undangan pernikahan juga bisa bermanfaat sekaligus unik πŸ˜‰ Jadi momen pernikahan kita bisa diingat tamu undangan salah satunya karena undangannya unik atau karena bisa dimanfaat kembali dalam jangka waktu tertentu. Tapi memang konsekuensinya kalo kita mau buat undangan demikian ya budget-nya agak lebih tinggi dibandingkan dengan undangan biasa. Pinter-pinternya kita aja sih dalam memilih desain sekaligus vendor, misalnya dengan pilihan jenis kertas, membuat desain sendiri, atau lainnya. Β Undangan pernikahan kami, meskipun terbilang unik *at least menurut kami hehe* harganya tidak terlalu mahal, dalam artian masih banyak undangan model lain yang jauh lebih mahal. Berkreasilah dengan membuat undangan yang lain daripada yang lain. Menikah cuma sekali seumur hidup kaaan?? *amiin* Jadi, buatlah menjadi suatu momen yang berkesan πŸ˜‰

Vendor Undangan

Hmmm… mencari vendor undangan ini juga lumayan susahnya sama dengan mencari model undangan hehehe. Kalo bagi Ai sih susahnya karena kita mencari vendor yang bisa menginterpretasikan keinginan kita sekaligus membuat undangan yang sesuai keinginan kita dengan harga yang rasional dan sesuai budget kita *hedeh bahasanya*

Seperti yang sudah Ai ceritakan sebelumnya, sebenarnya kami berdua sudah sempat memilih model undangan sekaligus vendor, tapi memang belum deal. Untungnya Ai masih mau repot-repot searching vendor lain. Karena pada akhirnya Ai justru menemukan model undangan lain yang lebih unik menurut Ai sekaligus menemukan vendor undangan yang menawarkan hasil yang cukup kompetitif dengan kualitas yang tidak kalah bagus. Hurray \(^.^)/ Penilaian harga memang sangat subjektif ya tapi kami memutuskan menggunakan vendor ini setelah survey sana-sini, baik searching via internet ataupun datang ke vendor-vendor undangan di Jogja.

Syukur Alhamdulillah kami menemukan vendor ini, nama vendornya Arief Jaya. Why oh why? Pertama karena pemiliknya, Pak Haji Udin, itu baik banget, ramah plus sabar. Beliau sudah langsung bekerja cepat begitu DP diberikan, meskipun DP yang kami berikan ga nyampai 50% hehehe. Kedua harganya sangat kompetitif kalo menurut kami berdua. Dari hasil survey, baik di Jakarta maupun di Jogja, via email maupun datang langsung, vendor inilah yang ngasi harga paling murah dengan model yang sama atau mirip hehehe. Kenapa? Karena vendor ini merupakan percetakan. Bukannya apa-apa, tapi dari pengalaman orang yang Ai dapatkan via internet, banyak vendor pembuat undangan yang ternyata ga mencetak sendiri undangan yang dipesan klien lewat mereka, balik-baliknya vendor tersebut mencetak undangannya di percetakan seperti Arief Jaya ini. Mata rantai pembuatan undangannya jadi lebih panjang, alhasil waktu yang dibutuhkan untuk membuat undangan menjadi lebih lama dan harganya juga lebih tinggi dong ya. Makanya, demi mengejar harga yang oke hehehe, kami memilih vendor yang memang merupakan percetakan. Kekurangannya mungkin dari segi desain dia kurang begitu kreatif karena percetakan biasanya hanya memiliki desainer yang biasa, dalam artian bukan spesialis undangan pernikahan. Menurut pengalaman sih, dia lebih bisa membuat undangan yang sudah ada contohnya, yah supaya beda ya kita modifikasi dengan model-model undangan lainnya, tapi yang penting sudah ada contoh fisiknya, bukan ngawang-ngawang. Jadi, kalo menurut kami, asalkan kita punya contoh fisik undangan yang kita mau (boleh lebih dari satu) maka Arief Jaya ini bisa membuat dengan harga yang oke sekaligus kualitas yang ga kalah.Β Tapi pada akhirnya semua kembali lagi ke pilihan masing2 orang ya… πŸ˜‰

Begitu deal dengan Pak Haji Udin, kami langsung memberi DP kurang lebih 10%nya saja, baik kan ya hehe. Plus langsung memberikan desain dan materi undangan kepada mas Fandy (pegawainya Pak Haji Udin). Jadi, undangan yang kami pesan di Arief Jaya meliputi:

Main invitation

– Amplop dan plastik

– Kartu ucapan souvenir

– Kartu pengambilan souvenir

Weekend ini kami sudah janjian dengan Pak Haji Udin untuk memilih desain emboss undangan kami plus katanya kartu ucapan souvenir sudah jadi dicetak. Kami memang meminta supaya kartu ucapan souvenir jadi lebih dahulu karena akan segera dipasang di souvenir oleh vendor souvenir kami. Doakan semua lancar dan sesuai ekspektasi ya… amiin πŸ˜‰

Vendor Undangan:

Arief Jaya

Jl. Kampung Melayu Kecil II No. 1A, RT/RW 002/010, Jakarta Selatan 12840

Telp. 021-83791445

Rias dan Baju Pengantin AiSei

Oke… berhubung pernikahan kami menggunakan adat jawa, maka kami berdua musti mengikuti upacara pernikahan sesuai adat jawa *termasuk rias pengantinnya dunk*. Mulai dari siraman, pengajian, jualan dawet, sampai malam midodareni. Detilnya siy Ai ga hafal. Tapi kebetulan Papa sama Mama sedang nyusun buku panduan pernikahan kami, tar kalo uda jadi InsyaAllah akan kami share. Nah, soal perias memang Ai tidak mencari-cari seperti vendor lainnya karena Mama jelas akan menggunakan jasa Krisnaluki Sanggar Rias dan Busana by Ibu Krisnawati –secara Mama juga salah satu perias disono πŸ˜€

Well, karena pernikaham kami menggunakan adat jawa, maka riasannya pun mengikuti adat jawa. Riasan adat jawa seperti apa yang akan kami gunakan? Lagi-lagi ini yang menentukan Mama dan Papa, kami berdua mah nurut-nurut aja. Berdasarkan keingingan Mama dan Papa, kami berdua akan menggunakan riasan Paes Ageng Kanigaran pada saat resepsi. Mengenai alasannya, kami berdua tidak tahu persis cuma katanya sih karena Ai ada ‘sedikit’ darah kraton *hedehhh*. Padahal kan badan Ai sama Sei itu mungil-mungil *hayah* apa pantes pake model Paes Ageng Kanigaran yak… Hmm… whatever lah hehehe…

Rencana awal siy nanti pas akad nikah sudah langsung menggunakan riasan tersebut, tapi setelah dipikir-pikir ko ribet ya pake pakaian Paes Ageng Kanigaran dan duduk bersila-bersimpuh untuk prosesi akad nikah. Jadi, diputuskan untuk akad nikah akan ada baju tersendiri. Kemungkinan untuk akad nikah Ai akan menggunakan kebaya putih dan Sei menggunakan jas plus celana panjang warna putih dengan lilitan kain di paha. Untuk akad nikah ini memang Ai sama Mama belum sepakat 100% tapi Ai sih pengennya seperti gambar berikut:

We’ll see lah…

Lanjuuut…

Untuk resepsi, kami akan menggunakan riasan Paes Ageng Kanigaran. Menurut informasi dari sebuah web:

“Paes Ageng Kanigaran sekilas tampak seperti Yogya Jangan Menir, perbedaannya adalah penggunaan dodot kampuh melapisi kain cinde warna merah keemasan. Kebaya beludru hitam panjang berhias benang keemasan menyatu dengan dodot kampuh, cinde, dan detil riasan serta perhiasan.”

“Paes Ageng Jangan Menir digunakan untuk upacara adat boyongan pengantin putri. Pengantin pria memakai baju blenggen dari bahan beludru, pinggang dililit selendang berhias pendhing, dan kuluk kanigara. Paes Ageng Jangan Menir tanpa memakai kain kampuh ataupun dodot, sebagai pembeda corak paes Ageng Kanigaran.”


Kurang lebih gambarnya seperti ini:

Tapi berhubung Ai berjilbab maka kurang lebih jadinya akan seperti ini:

Cuma dengan sedikit perbedaan ya, sepertinya Ai pengen kain untuk penutup telinga dan leher warnanya hitam aja, biar matching gitu hehehe… Untuk resepsi ini, kami positif akan menyewa dari Krisnaluki. Moga-moga aja hasil riasannya nanti oke yaaa… amiin πŸ˜‰

Vendor Rias Pengantin

-KRISNALUKI-
Sanggar Rias dan Busana

Jl. Sonopakis Lor No. 264 Rt.02 Bantul, Yogyakarta 55182
Telp. +62 274-382244 atau +62 85 64355 4254