Rias dan Baju Pengantin AiSei

Oke… berhubung pernikahan kami menggunakan adat jawa, maka kami berdua musti mengikuti upacara pernikahan sesuai adat jawa *termasuk rias pengantinnya dunk*. Mulai dari siraman, pengajian, jualan dawet, sampai malam midodareni. Detilnya siy Ai ga hafal. Tapi kebetulan Papa sama Mama sedang nyusun buku panduan pernikahan kami, tar kalo uda jadi InsyaAllah akan kami share. Nah, soal perias memang Ai tidak mencari-cari seperti vendor lainnya karena Mama jelas akan menggunakan jasa Krisnaluki Sanggar Rias dan Busana by Ibu Krisnawati –secara Mama juga salah satu perias disono😀

Well, karena pernikaham kami menggunakan adat jawa, maka riasannya pun mengikuti adat jawa. Riasan adat jawa seperti apa yang akan kami gunakan? Lagi-lagi ini yang menentukan Mama dan Papa, kami berdua mah nurut-nurut aja. Berdasarkan keingingan Mama dan Papa, kami berdua akan menggunakan riasan Paes Ageng Kanigaran pada saat resepsi. Mengenai alasannya, kami berdua tidak tahu persis cuma katanya sih karena Ai ada ‘sedikit’ darah kraton *hedehhh*. Padahal kan badan Ai sama Sei itu mungil-mungil *hayah* apa pantes pake model Paes Ageng Kanigaran yak… Hmm… whatever lah hehehe…

Rencana awal siy nanti pas akad nikah sudah langsung menggunakan riasan tersebut, tapi setelah dipikir-pikir ko ribet ya pake pakaian Paes Ageng Kanigaran dan duduk bersila-bersimpuh untuk prosesi akad nikah. Jadi, diputuskan untuk akad nikah akan ada baju tersendiri. Kemungkinan untuk akad nikah Ai akan menggunakan kebaya putih dan Sei menggunakan jas plus celana panjang warna putih dengan lilitan kain di paha. Untuk akad nikah ini memang Ai sama Mama belum sepakat 100% tapi Ai sih pengennya seperti gambar berikut:

We’ll see lah…

Lanjuuut…

Untuk resepsi, kami akan menggunakan riasan Paes Ageng Kanigaran. Menurut informasi dari sebuah web:

“Paes Ageng Kanigaran sekilas tampak seperti Yogya Jangan Menir, perbedaannya adalah penggunaan dodot kampuh melapisi kain cinde warna merah keemasan. Kebaya beludru hitam panjang berhias benang keemasan menyatu dengan dodot kampuh, cinde, dan detil riasan serta perhiasan.”

“Paes Ageng Jangan Menir digunakan untuk upacara adat boyongan pengantin putri. Pengantin pria memakai baju blenggen dari bahan beludru, pinggang dililit selendang berhias pendhing, dan kuluk kanigara. Paes Ageng Jangan Menir tanpa memakai kain kampuh ataupun dodot, sebagai pembeda corak paes Ageng Kanigaran.”


Kurang lebih gambarnya seperti ini:

Tapi berhubung Ai berjilbab maka kurang lebih jadinya akan seperti ini:

Cuma dengan sedikit perbedaan ya, sepertinya Ai pengen kain untuk penutup telinga dan leher warnanya hitam aja, biar matching gitu hehehe… Untuk resepsi ini, kami positif akan menyewa dari Krisnaluki. Moga-moga aja hasil riasannya nanti oke yaaa… amiin😉

Vendor Rias Pengantin

-KRISNALUKI-
Sanggar Rias dan Busana

Jl. Sonopakis Lor No. 264 Rt.02 Bantul, Yogyakarta 55182
Telp. +62 274-382244 atau +62 85 64355 4254

3 Comments (+add yours?)

  1. Rani
    Sep 05, 2011 @ 00:58:28

    Kalau sudah terwujud di upload ya foto2nya…pengen lihat seperti apa..

    Reply

    • aiseistory
      Sep 05, 2011 @ 01:24:07

      Siyap mba Rani… Mohon maaf kami belum sempet upload karena kemarin sibuk berlebaran hehehe… Tapi bisa di-sneak peak dulu disini say hehehe…
      Btw, terima kasih sudah sudi mampir ke blog kami😉

      Reply

  2. Aninda
    Jun 04, 2012 @ 08:23:59

    hai ai.. salam kenal. kita samaan lho aku juga pengen pake paes ageng kanigaran itu..🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: